Museum Wayang Kekayon

Kota Gudeg Jogja cukup terkenal memiliki banyak potensi pariwisata, baik itu wisata alam, sejarah maupun budaya. Salah satu objek wisata budaya yang ada di kota jogja adalah museum wayang kekayon yang berlokasi di jalan jogja wonosari, tepatnya berada di Kecamatan banguntapan kabupaten Bantul provinsi daerah istimewa Yogyakarta.

Museum ini pada awal mulanya di dirikan oleh prof. DR.dr.KPH. soejono Prawirohadikusumo pada tahun 1991, beliau merupakan seorang dokter saraf jiwa juga sekaligus sebagai guru besar Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Pendirian museum ini bertujuan untuk melestarikan budaya dan kesenian masyarakat kota jogja, selain itu museum ini juga dapat berfungsi sebagai salah satu sarana wisata budaya dan penelitian.

Ragam Koleksi Museum Wayang kekayon

Wayang adalah salah satu warisan budaya leluhur yang hingga kini masih sangat terjaga kelestariannya, dibuktikan dengan adanya pengakuan dari UNESCO yang menyebutkan bahwa wayang adalah warisan dunia yang harus selalu dilestarikan. Para penggemar wayang sangat wajib berkunjung ke museum ini karena di museum ini terdapat banyak koleksi wayang bahkan ada pula yang telah berumur ratusan tahun diantaranya adalah wayang madura, wayang bali, wayang thengul dan wayang golek.

Namun tak hanya wayang saja yang menjadi koleksi di museum ini, akan tetapi juga topeng, patung wayang wong serta busana wayang pun tak luput di pajang di museum wayang kekayon ini. Bangunan museum wayang kekayon sendiri terdiri dari beberapa ruangan diantaranya auditorium, gedung pendapa yang sering digunakan untuk menyelenggarakan berbagai macam perhelatan, gedung induk dan ruang astrologi wayang. di ruang astrologi wayang, banyak pengunjung yang penasaran ingin mencocokkan zodiaknya dengan tokoh-tokoh pewayangan.

Objek wisata museum di jogja ini buka setiap hari senin hingga jumat dan buka mulai pada pukul 08.30 hingga pukul 14.00. Khusus untuk hari sabtu, museum buka setengah hari yakni mulai pukul 08.30 hingga pukul 12.00 saja. Untuk tiket masuknya sendiri para pengunjung akan dikenai biaya sebesar Rp. 7000/orang sedangkan untuk wisatawan asing sebesar Rp. 10.000/ orang. selain biaya tiket masuk, para pengunjung juga akan dikenai tarif sebesar Rp.10.000 bagi yang ingin masuk dengan membawa kamera.

This entry was posted on February 8, 2018. Bookmark the permalink.