Museum Puro Pakualaman

Bosan dengan tempat wisata yang itu-itu saja saat berkunjung ke kota jogja? anda bisa mencari alternatif lain tempat wisata yang akan membuat anda lebih mengenal sejarah kota gudeg ini serta kebudayaan masyarakatnya di zaman dahulu. Museum puro pakualaman memang cocok untuk anda kunjungi bersama keluarga untuk mengisi waktu libur. Museum puro pakualaman berlokasi di komplek keraton pura pakualaman tepatnya di jalan masjid dusun gunungketur, kecamatan pakualaman provinsi daerah istimewa Yogyakarta.

Museum puro pakualaman di bangun pada masa pemerintahan pakualam V sekitar tahun 1884. pada masa pembangunan museum ini di tandai dengan bebarapa tulisan yang berhuruf jawa yakni wiwara kusuma winayang reksa. tulisan ini menjadi sebuah simbol sebuah keadilan, pengayoman serta kebijaksanaan.

Harga Tiket Masuk Museum Puro Pakualaman

Di dalam museum ini terdapat banyak peninggalan sri pakualam I hingga sri pakualam VIII yakni berupa foto-foto yang bernilai sejarah, alat-alat rumah tangga, senjata kerajaan, songsong, tanggul naga, kursi kebesaran sanga raja lengkap dengan meja bundar yang berukian merah dan kuning. selain itu juga terdapat cempuri, kereta kuno hingga pakaian tardisional pun turut menjadi koleksi di museum ini.

Setiap wisatawan yang datang ke museum ini, akan di pandu oleh seorang pemandu yang akan menjelaskan tentang segala isi yang ada di dalam museum ini. Museum puro pakualaman sangat cocok di kunjungi bersama seluruh anggota keluarga, tak hanya sekedar berekreasi saja di objek wisata ini, namun anda juga bisa memperkenalkan sejarah serta budaya masyarakat jogja kepada putra-putri tercinta.

Objek wisata museum di jogja ini buka setiap hari senin hingga jumat mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.30, khusus utuk hari sabtu, museum ini buka mulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00 saja. Di museum puro pakualaman ini terdapat beberapa fasilitas yang bisa di gunakan oleh para pengunjung seperti toilet, toko-toko souvenir bahkan pemandu wisata yang cukup profesional. Untuk bisa menikmati suasana dalam museum ini, para pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. hanya saja, para pengunjung bisa memberikan dana seikhlasnya. Dana-dana yang terkumpul nantinya akan di gunakan untuk perawatan museum.

This entry was posted on February 2, 2018. Bookmark the permalink.